LEMBAGA LINGKUNGAN HIDUP

Pesona Kopi Agroforestry Jejak Bumi Indonesia
Home » Uncategorized  »  Pesona Kopi Agroforestry Jejak Bumi Indonesia
Pesona Kopi Agroforestry Jejak Bumi Indonesia

OKU, Mediajis.com – Perkumpulan LLH Jejak Bumi Indonesia sejak tiga tahun terakhir mendampingi Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS HL Musi di HL Bukit Nanti Kab. OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Lahat dan Pagar Alam seluas 10.400 Ha.

Wilayah Kawasan Hutan Lindung yang menjadi pendampingan sebagian besar tanaman pokoknya adalah kopi baik jenis robusta, arabika, liberika dan robinson. JBI menginginkan masyarakat memiliki produk dengan nilai jual yang baik.

Produk Kopi Jelajah

Program penanaman RHL saat ini sangat diminati oleh masyarakat sebagai tanaman naungan kopi yaitu duren, alpukat, nangka, pinang, kelor dan lain-lain. JBI mendampingi masyarakat agar membangun pola agroforestry dilahan-lahan kritis tersebut.

“Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat baik. Kita juga membangun demplot-demplot secara mandiri saat ini sudah berdiri 30 demplot di Prov. Sumsel,” Kata pendiri sekaligus Ketua JBI Hendra A Setyawan M.I.Kom.

Selain itu lanjutnya, JBI juga membangun rumah pupuk organik padat, rumah pupuk organik cair, obat herbal, perikanan, peternakan serta melakukan pengembangan program hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari hulu hilirnya sampai produk jadi.

“Kita mengembangkan dan mengelola produk dari hulu sampai hilirnya hingga menjadi produk bernilai ekonomi, diantaranya ada kopi petik merah organik, kopi pinang, kopi duren, kopi jahe, bubuk kunyit, temulawak, pasak bumi, kerajinan bambu, kerajinan batok kelapa dan lainnya,” bebernya.

Untuk pemasaran produk itu dikatakan Hendra, JBI saat ini mencoba membangun HHBK Mart melalui pasar digital dengan marketplace, Program konservasi genetik tanaman lokal unggul untuk disertifikasi diantaranya alpukat, durian, manggis, duku, damar, kemiri, bambu dan lainnya.

Dalam wilayah dampingannya JBI juga membangun program perlindungan satwa liar dilindungi agar masyarakat menjaga dengan baik. Di tahun 2021 program RHL telah selesai akan tetapi bagi JBI tetap akan terus mendampingi masyarakat dengan membangun dan lebih mengembangkan basis-basis wilayah dampingan agar kawasan hutan lidung dan DAS di Sumatera Selatan agar kedepan Lebih terjaga,

“Kita sangat berharap untuk dukungan para pihak. Untuk program tahun 2022 ini JBI mencanangkan Program Bumi Hijau (Program Kehutanan, DAS dari hulu sampai hilirnya) dan Program Bumi Biru (Program Kelautan, Pesisir dan Mangrove),” tandasnya. (Feri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *